Behind the Scene: MbakDina.com

Assalamualaikum^^

Alhamdulillah di awal November ini dapat hadiah yang memang sudah saya idam-idamkan sejak beberapa bulan yang lalu, yaitu TLD (Top Level Domain) untuk blog saya ini.

Suami saat itu belum sepenuhnya setuju dan berjanji akan membelikan domain untuk saya hanya jika saya menang blog competition yang memang saat itu sedang saya ikuti.

Alhamdulillah, 31 Oktober 2016, atas ijin Allah saya mendapat juara favorit pada blog competition tersebut. Yippy^^

Sesuai janji suami, akhirnya saya mendapat ‘tiket’ untuk membeli domain, hihihi. Namanya juga emak modis (modal diskon), pinginnya nyari domain yang lagi promo ;p. Jadi mulai rajin cari info promo domain di berbagai situs dan FP.

Untuk nama domainnya, saya sudah mempersiapkan beberapa kandidat, tapi semua ‘ditolak’ sama suami karena terlalu standar dan kepanjangan, wkwk.

Akhirnya, suami menyarankan salah satunya mbakadin(dot)com, karena katanya cukup menjual, wkwk. Tapi saya nggak mau, karena semenjak lulus SD memang sudah nggak mau dipanggil dengan nama kecil saya (Adin).

Sebagai gantinya, akhirnya dipilihlah nama mbakdina. Untuk domainnya saya memang cuma pingin yang dot com saja, karena lebih familiar dan menurut saya terlihat lebih keren, wkwk.

3 November 2016 Alhamdulillah saya dapat info promo domain dot com seharga 25 ribu di Jagoan Hosting. Tanpa pikir panjang langsung cuuss beli domain tersebut, hihi.

Terus berhasil donk ganti domainnya?

Weits tunggu dulu, kalau di blogspot memang bisa langsung disetting tanpa biaya ini itu. Nah, kalau di WordPress kita harus membayar 13$ untuk redirect domain. Mihil ya kalau dibandingkan dengan blogspot yang gretongan? Tapi mau gimana lagi, udah jatuh hati sama WordPress dan nggak bisa pindah ke lain hati blog ;p.

Sebenarnya kalau mau lebih hemat bisa beli paket domain + hosting, waktu itu ada promo seharga 100ribu, renewalnya 150 ribu per tahun. Tapi ternyata setelah chat sama CS-nya, kita nggak bisa import postingan dari WordPress, melainkan harus upload satu-satu lagi, intinya mulai dari awal lagi dan otomatis komentar dan traffic bakal hilang. Alhasil nggak jadi deh.

Ada juga sih tempat yang menawarkan hosting gratisan, tapi waktu saya coba kok gagal paham ya? Nggak ngerti gimana cara pakainya. Ditambah lagi saya seringnya cuma bisa buka dari smartphone aja, Wkwk.

Dan setelah dipertimbangkan masak-masak, kayaknya sampai saat ini saya prefer pakai hostingan dari WP saja. Mengingat belum tentu akan perpanjang domain dan hosting (walaupun pinginnya selalu di renewal, huhu), karena satu dan lain hal. Jadi kalau hostingannya dari WP, setidaknya selama WP masih ada atau tidak di banned (semoga nggak terjadi) blog saya insyaAllah akan tetap ada walaupun kembali ke widyanuradinasafitri.wordpress.com lagi, hehe. Kalau pakai self hosted kalau nggak diperpanjang bisa hilang atau nggak bisa diakses kan ya? *Kalau salah tolong dikoreksi ya, hihi.

Akhirnya, fix 4 November 2016 bayar 13$ ke WP untuk redirect domain. Saat itu kenanya sekitar Rp 175.000,-.

Terus udah berhasil?

Ternyata belum saudara-saudara, wkwk. Awalnya udah minta tolong untuk setting name servernya ke WP sama pihak Jagoan Hosting, karena untuk server management untuk penggunaan pertama masih di lock sama JH, jadi memang harus minta tolong kepada CS dulu, setelah itu baru bisa full akses, hehe.

Setting berhasil disetting ns-nya ternyata setelah ditunggu berhari-hari nggak bisa ter-redirect juga. Ketika MbakDina.com diakses, yang muncul masih page pahlawan digital dari JH.

Sampai akhirnya 7 November 2016, Giska, teman SMA saya, udah bayar biaya redirect dan berhasil dengan mulusnya ter-redirect ke domain barunya, mungkin cuma sekitar setengah jam aja prosesnya, I envy you Gis, wkwk.

Akhirnya mulai ‘neror’ CS JH, karena ketika MbakDina.com diakses, tertulis DNS not found. Gemes rasanya kok gagal mulu, sampai kepikiran mau di refund aja ke WP-nya, wkwk.

Dari pihak JH kemudian menyarankan untuk kontak ke WP aja, karena katanya yang bisa ngecek dari pihak WP-nya. Akhirnya saya live chat perdana ke CS WP. CS-nya cukup tanggap dan prosesnya nggak terlalu lama, sekitar setengah jam kemudian MbakDina.com sudah bisa diakses seperti saat ini. Alhamdulillah^^.

Alhasil MbakDina.com resmi launching pada 7 November 2016, barengan sama blog suami saya di AbrarKhanz.com, hihi.

Semoga MbakDina.com bisa terus mengudara di blog ini dan bisa membagikan konten-konten yang bermanfaat ya ;).

Bagi sebagian orang redirect domain itu mungkin bisa mulus dan cuma hitungan jam. Bagi saya dan mungkin sebagian orang yang lain, adakalanya butuh waktu yang ‘sedikit’ lebih lama. Tapi nggak papa, setidaknya bisa nambah pengalaman, hehe.

Kalau pengalaman teman-teman ber-TLD dan pindah hosting gimana? Yuk share di kolom komentar, siapa tahu akhirnya saya berubah pikiran untuk beralih ke self hosted, hehe..

Salam,

dina's signature

♥Dina Safitri♥

Advertisements

22 thoughts on “Behind the Scene: MbakDina.com

  1. memang kalau mengurus per-hostingan kudu gercep ya mbak. Saya dulu pertama redirect domain kan direindex lagi otomatis 24 jam lebih blog saya ngga bisa diakses. Saya sampe chat beberapa kali sama adminnya, ternyata tiap ISP munculnya beda-beda huhuhu. untung sekarang udah bisaaa

    Like

  2. Mbaaaaak Diiinnn.. Kalo ada promo-promo lagi,aku dikabarin yaa? Aku juga mupeng banget, pengen bikin domain dot com jugaak.. Nanti aku Whatsapp yaa? bwt, blognya kereeen…Maa Syaa ALLAH.. Pengalamannya seruu..

    Like

  3. Hi, mbak. saya juga baru beli domain November ini. seneng banget rasanya😀 soalnya url blog saya dulu alay bgt dah sumpah.. susah disebutin dan puanjang heeheheh.. akhirnya pakai url fujichannet biar lebih ringkas dan oenyoe gitu. aku kmren beli di domainesia kena 119k udah sekalian dipasangin dll. kita gatau apa2 tetiba udh jadi aja kurng dari satu jam prosesnya. salam kenal mbak e

    Like

  4. aku dulu juga logspot mbak.. trs pgn ganti stlh setahun lbh ngeblog.. itu awalnya, krn aku pgn gabung ke salah satu ‘komunitas traveling’ , tapiiiiiii aku sedih krn dpt balasan ga bisa gabung berhubung blogku dianggab cupu ;p .. sakiiiiiiit bacanya… dari situ aku bertekad ganti domain dan hosting :D..

    tapi krn aku gaptek, aku ga mungkin bikin sndiri.. jd deh sewa jasa web designer yg homebasenya di solo, trs aku pilih domain dan self hosting juga, trs semua postingan blogspot harus bisa dipindahin termasuk komen2nya… dia bilang oke, bayarannya 2.5 jt, lalu iuran tahunan 800rb. Aku mah yg penting service mereka bagus, mau aku repotin kalo aku nemuin kendala, dan lgs oke dgn tawaran mereka…

    Ini udh thn ke4 aku pakai jasa web design yg aku pake skr, dan masih sangat puas.. krn semuanya toh mereka ygmaintenance , even pas blogku sempet di hack, semuanya lgs segera dihandle dan diberesin lagi.. Trus si komunitas traveling yg kmrn nge reject, aku udh ga minat gabung lagi ;p hihihihi.. sekali ditolak, aku sakit ati hahahaha

    Like

    1. Waduh, ngeri juga ya mbak syaratnya harus udah tld *nelen ludah. Sedih banget pasti klo dianggap cupu gt, duh apalagi blog saya ini, huhu.
      Wah, kayaknya bagus ya mba jasa web designer nya mbak. Saya mau sewa hosting pribadi kok rasanya masih maju mundur, antara masih gaptek dan takut klo suatu saat nggak sempat keurus jadi hilang semua data2nya, hiks (walaupun ngarep bangetny bisa selalu keurus, hehe)

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s